Selasa, 01 November 2016

Karya Nabila

ULANG TAHUN

     Di pagi yang cerah aku terbangun pada kondisi yang kurang enak badan seperti beberapa hari sebelumnya. Mentari yang bersinar cerah pagi itu sepertinya tidak berpengaruh pada kondisi tubuhku yang saat itu sedang menggigil. Rasanya ingin sekali pergi bergegas keluar dan menikmati sejuknya angin luar ,berangkat kesekolah,bertemu teman – teman. Namun apa daya, keadaan mengharuskanku untuk tetap berdiam diri dan tak melakukan aktifitas diluar rumah.

      Hari ulang tahun memang menjadi hari yang ditunggu – tunggu. Karena dihari itulah biasanya kita mendapat limpahan ucapan selamat dan doa –doa. Doa – doa dan ucapan selamat dari orang terdekatlah yang biasanya menjadi pelengkap sekaligus yang spesial dihari ulang tahun. Dihari ulang tahun pula biasanya menjadi moment atau saat – saat yang tepat untuk seseorang menjahili orang yang berulang tahun, bahkan menjadi moment yang sangat tepat untuk seseorang memberi kejutan indah yang berkesan yang nantinya mungkin tak akan terlupakan. Terkadang memang banyak hal aneh dan unik terjadi yang dilakukan orang – orang untuk memperingati hari kelahiran seseorang atau yang disebut hari ulang tahun.

     Di hari itu aku tidak dapat pergi keluar rumah,bahkan untuk bersekolah. Yang aku lakukan hanya terbaring diatas kasur dan tumpukan bantal. Hanya dapat memandang layar handphone ku dan layar televisi. Dengan rasa mual, pusing, dan segala macam rasa yang tidak dapat aku ungkapkan lagi.

     Waktu pun terus bergulir, pagi telah berganti malam. Di rumah ku tetap kurasakan hangatnya kasih sayang ibu saat aku sedang terbaring sekalipun.

     Malam itu waktunya makan, seperti biasa mama mendatangi kamarku dan kemudian berkata, “Na, ayo makan dulu! Mumpung masih anget.” Dan aku pun biasanya membalas seruan mamaku dengan ucapan,”Iya ma,sebentar.” Tanpa pergi bergegas meninggalkan kamar. Tawaran mamaku biasanya terus berlanjut , karena hanya dengan satu kali menyuruhku makan itu tidak menyurutkan niatku untuk menunda waktu makanku. Hangatnya kasur dan selimut saat itu membuatku semakin malas untuk  meninggalkan kamar. Mama yang saat itu mengetahui kalau aku sedang sakit mengurungkan niatnya untuk menyuruhku mengambil makanan keluar, mama lebih memilih untuk membawakanku makanan dan menyuruhku meminum obatku setelahnya.

  Waktu makan selesai, jam sembilan malam Mama kembali kekamarku dan kemudian dia berkata,”Na, udah malem. Jangan maen handphone terus,cepetan tidur!”. Dengan berat hati aku meninggalkan rutinitas ku bermain handphone. Setelah aku mematikan lampu kamarku, aku mencoba untuk memejamkan mata. Namun ,sesering aku mencoba untuk itu,aku semakin tidak bisa untuk terlelap.


   Sesekali aku melihat layar televisi yang tak menyala dihadapanku, muncul keinginan untuk menyalakannya. Aku pun berbalik membelakangi layar itu, yang terlihat justru remote dari televisi. Semakin dan semakin menumbuhkan keinginanku untuk menekan tombol nyala. Alhasil televisi pun menyala. Selang beberapa menit kemudian, Mama ku kembali memasuki kamarku dan langsung mematikan tv. Mama kembali berkata, “Na, katanya pusing? Cepetan tidur. Malah nonton tv!”. Aku menunduk dan kembali untuk tidur.

    Saat itu aku berhasil tertidur, namun malam harinya sekitar pukul sebelas malam aku terbangun karena tak kuasa menahan pipis. Lima menit berlalu, setelah dari kamar mandi ternyata aku tak dapat tidur kembali. Selang beberapa menit, mamaku kembali mengontrol kamarku dan aku tertangkap basah belum tertidur. Mama mulai sedikit geram dan mencoba mengambil handphoneku . Aku mencoba tidur kembali tanpa menghiraukan perlakuan aneh mamaku malam ini.

    Jam dinding menunjukan waktu malam berlalu hingga sampai pada pukul dua belas malam di pergantian hari. Saat itu aku sedang tertidur. Sampai pada akhirnya aku kembali terbangun dari tidurku dan di depanku ada kerlipan lilin – lilin kecil diatas kue, dan nyayian selamat ulang tahun yang dibawakan oleh empat orang yang istimewa di hidupku. Kejutan manis yang ternyata telah mereka siapkan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya, membuat aku merasa semua itu hanya mimpi. Dan tanpa kami sadari air menetes di pipi kami semua, air mata bahagia yang saat itu tidak terbendung lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar